KUANTAN SINGINGI – Polemik pembangunan tower BTS di Desa Kebun Lado, Kecamatan Singingi, semakin memanas. Koordinator Wilayah Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Kabupaten Kuantan Singingi meminta Bupati Kuansing segera mengevaluasi bahkan mencopot PJ Kepala Desa Kebun Lado setelah muncul dugaan kejanggalan dalam pengurusan rekomendasi pembangunan tower BTS tersebut.
Persoalan mencuat setelah dilakukan rapat bersama di kantor kecamatan yang dilanjutkan dengan turun langsung ke lapangan oleh Camat Singingi, Saparman, bersama pihak terkait dan masyarakat guna memastikan kondisi sebenarnya di lokasi pembangunan tower BTS.
Dalam pengecekan dan pengukuran ulang di lapangan, diketahui rumah warga ternyata masuk dalam radius lokasi tower BTS. Kondisi itu berbeda dengan penyampaian PJ Kades Kebun Lado, Yulisman, saat rapat sebelumnya yang menyebut rumah warga tidak masuk dalam radius pembangunan.
Situasi tersebut membuat PJ Kades hanya terdiam ketika hasil pengukuran lapangan menunjukkan fakta berbeda dari apa yang sebelumnya disampaikan dalam rapat.
Koordinator Wilayah FPII Kuansing, Rusman, menilai persoalan itu terjadi akibat lemahnya pemahaman regulasi serta minimnya keterbukaan kepada masyarakat sejak awal proses pengurusan rekomendasi pembangunan tower BTS.
“Kami meminta kepada Bapak Bupati Kuantan Singingi untuk mengevaluasi bahkan mencopot PJ Kades Kebun Lado karena dinilai kurang memahami regulasi dan telah memicu polemik di tengah masyarakat,” tegas Rusman ,Rabu malam (20/05/2026).
Sementara itu, Camat Singingi, Saparman, menegaskan pihak kecamatan siap mengawal proses pembangunan tower BTS agar tetap berjalan sesuai prosedur dan tidak merugikan masyarakat.
“Kami sebagai pemerintahan kecamatan siap memberikan pelayanan kepada masyarakat dan siap mengawal proses pembangunan tower BTS berjalan lancar demi kepentingan masyarakat sebagai penunjang komunikasi,” ungkapnya kepada awak media.
Saparman juga menegaskan bahwa pengukuran ulang dilakukan bersama warga, pihak Polsek Singingi, Dinas CKTR, Ketua BPD, pihak Telkomsel, serta Koramil Singingi agar persoalan menjadi terang dan tidak menimbulkan konflik berkepanjangan.













