banner 728x250

Usai Dimusnahkan 525 Rakit, PETI Kembali Marak di Tanah Ulayat Sungai Kukok: Diduga Ada Koordinasi & Uang Kutipan

banner 468x60

KUANTAN HILIR SEBERANG – Operasi penindakan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) “Kuantan Merah Putih” yang digelar Polda Riau bersama Polres Kuansing patut diapresiasi karena berhasil memusnahkan 525 rakit. Namun kenyataannya memprihatinkan: para pelaku seolah tak punya rasa takut. Aktivitas PETI kembali marak di tanah ulayat Koto Rajo, sepanjang aliran Sungai Kukok, yang disebut-sebut kawasan Camp Jawa.

Belasan rakit sudah beroperasi kembali. Raungan suara mesin dompeng terdengar keras memekakkan telinga. Seolah tak ada apa-apa, aktivitas berjalan terang-benderang. Diduga kuat sudah ada “koordinasi lapangan” yang mengkondisikan agar penambangan bisa kembali berjalan seperti biasa.

Example 300x600

Lebih memprihatinkan, muncul dugaan adanya pungutan liar. “Diduga koordinasi sudah jalan dan ada pihak berinisial ADS,HDR dan IWN yang mengambil uang koordinasi sebagai biaya lahan. Ada juga kutipan mingguan Rp500.000 per rakit. Kami mendesak aparat menyelidiki kemana aliran dana kutipan itu mengalir,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Senin (17/8/2026).

Pemandangan semakin miris. Belasan camp berdiri berjejer rapat di dekat kebun cempaka. Tampak layaknya barisan pasukan yang siap menghadapi musuh, seolah-olah mereka adalah penguasa tunggal di wilayah itu. Padahal baru saja ratusan rakit dimusnahkan dalam operasi besar-besaran.

Warga mempertanyakan: Jika baru saja dimusnahkan dan kini bangkit kembali dalam hitungan hari, siapa yang melindungi mereka? Mengapa hukum seolah tak berdaya di Sungai Kukok? Masyarakat mendesak aparat tidak hanya memusnahkan alat, tetapi juga menelusuri jejak pungutan liar dan pihak yang diduga menjadi “payung” pelindung PETI tersebut.(TIM)

 

banner 325x300
banner 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *