banner 728x250
Berita  

Anak Sungai di Tengah Permukiman Sinambek Memprihatinkan, Warga Harap Pemda Segera Turun Tangan

banner 468x60

TELUK KUANTAN – Di tengah geliat Kota Teluk Kuantan yang tengah menyambut semarak budaya Pacu Jalur dan momentum bulan kemerdekaan, kondisi salah satu anak sungai di kawasan permukiman masyarakat Sinambek, Kelurahan Sungai Jering, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, justru menyisakan keprihatinan.

Anak sungai yang berada sekitar 50 meter dari Bundaran Tugu Carano, tepatnya di belakang Gudang Acong, kini tampak dipenuhi endapan tanah, rerumputan, tumbuhan liar, hingga berbagai jenis sampah dan kotoran.

Example 300x600

Kondisi tersebut membuat aliran air tidak berjalan sebagaimana mestinya. Tak hanya mengganggu pemandangan, bau tidak sedap juga mulai dirasakan warga yang tinggal di sekitar aliran sungai.

Bagi masyarakat, persoalan ini bukan sekadar tentang sungai yang terlihat kumuh. Anak sungai tersebut berada di tengah kawasan permukiman, sehingga kondisinya bersentuhan langsung dengan kehidupan warga sehari-hari.

Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, saluran anak sungai tersebut merupakan bagian dari pembangunan Pemerintah Daerah Kabupaten Kuantan Singingi yang telah ada sejak puluhan tahun lalu. Namun, menurut keterangan masyarakat setempat, sejak dibangun hingga kini belum pernah dilakukan pembersihan maupun pengerukan secara menyeluruh.

Keluhan warga kembali disampaikan pada Sabtu (8/8/2026). Rukun Kampung (RK) Lingkungan III Sinambek, Ramli, meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait tidak hanya mendengar keluhan masyarakat, tetapi juga segera melihat langsung kondisi di lapangan.

Ia berharap pemerintah dapat melakukan penanganan, termasuk mempertimbangkan penggunaan alat berat seperti ekskavator untuk mengeruk endapan tanah serta membersihkan material yang menghambat aliran air.

“Warga sudah lama mengeluhkan kondisi sungai ini. Kami berharap pemerintah daerah maupun dinas terkait segera turun melihat kondisi di lapangan. Kalau memungkinkan, segera turunkan ekskavator untuk membersihkan dan mengeruk sungai ini agar aliran air kembali lancar,” ujar Ramli, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Ramli, kondisi anak sungai yang dipenuhi sampah dan tumbuhan liar tidak hanya menyangkut persoalan kebersihan. Bau tidak sedap serta banyaknya nyamuk juga dikhawatirkan mengurangi kenyamanan masyarakat yang bermukim di sekitarnya.

“Ini berada di tengah permukiman masyarakat. Kalau dibiarkan terus seperti ini tentu sangat mengganggu. Bau terasa, nyamuk juga banyak. Kami khawatir kondisi ini berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak,” ungkapnya.

Ramli juga membenarkan bahwa saluran tersebut merupakan fasilitas yang telah dibangun pemerintah daerah sejak puluhan tahun silam. Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, belum pernah dilakukan pembersihan secara menyeluruh sejak saluran tersebut dibangun.

Karena itu, ia berharap keluhan masyarakat tidak berhenti sebagai laporan semata. Menurutnya, diperlukan langkah nyata agar fungsi anak sungai sebagai saluran air dapat kembali berjalan dengan baik dan lingkungan permukiman menjadi lebih bersih serta nyaman.

“Harapan kami, pemerintah daerah dan dinas lingkungan bisa segera menindaklanjuti keluhan masyarakat. Apalagi saat ini kita sedang berada dalam momen budaya Pacu Jalur di Kota Teluk Kuantan dan juga bulan Agustus, bulan kemerdekaan Republik Indonesia. Tentunya kita ingin lingkungan di tengah kota juga terlihat bersih dan nyaman,” pungkas Ramli.

Sementara itu, wartawan bersama redaksi telah mendatangi lokasi dan mendokumentasikan kondisi anak sungai tersebut dalam bentuk video.

Dari hasil pantauan di lapangan, dasar saluran terlihat mengalami pendangkalan akibat endapan tanah. Sejumlah bagian juga ditumbuhi rerumputan dan tumbuhan liar. Sementara itu, sampah dan berbagai material lainnya tampak menumpuk di beberapa titik.

Kondisi tersebut membuat aliran air terlihat tidak lancar dan menghadirkan kesan kumuh di tengah kawasan permukiman masyarakat.

Di balik ramainya aktivitas masyarakat dan semaraknya suasana Kota Teluk Kuantan, kondisi anak sungai ini menjadi pengingat bahwa kebersihan lingkungan di kawasan permukiman juga membutuhkan perhatian.

Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan pengecekan langsung dan mengambil langkah penanganan sesuai kondisi yang ditemukan di lapangan.

Bagi masyarakat Sinambek, membersihkan anak sungai bukan hanya soal memperbaiki pemandangan. Lebih dari itu, mereka ingin kembali melihat lingkungan tempat tinggal yang bersih, sehat, nyaman, dan terbebas dari kekhawatiran akibat saluran air yang tidak terawat.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kuantan Singingi maupun dinas terkait guna memperoleh penjelasan mengenai kondisi anak sungai tersebut, termasuk langkah penanganan yang akan dilakukan.

banner 325x300
banner 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *